
BATAMHEADLINE – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan Negaranya akan mengirim bantuan 6.000 rudal yang terdiri dari anti-tank dan senjata peledak tinggi ke Ukraina. Inggris juga akan memberikan bantuan dana dengan jumlah 33 juta Dollar As untuk militer Ukraina.
“Britania Raya akan bekerja sama dengan sekutu untuk mendukung militer serta ekonomi dari Ukraina, memperkuat pertahanan mereka saat mereka membalikkan keadaan dalam pertempuran ini,” ungkap Johnson dalam pernyataan pada Rabu (23/3) malam waktu setempat.
Pada akhir pekan lalu, Ukraina mengumumkan bahwa mereka akan menerima bantuan militer lanjutan dari Amerika Serikat, seperti misil Javelin dan Stinger yang juga akan tercakup didalamnya.
Walaupun masih mendapatkan dukungan militer dan ekonomi dari Barat, Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina masih berharap untuk melakukan pertemuan langsung dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia. Dia menganggap pertemuan itu penting untuk dilaksanakan untuk menghentikan peperangan.
Presiden Ukraina tersebut mengatakan bahwa dia siap mengikuti segala bentuk pertemuan dengan Presiden Rusia untuk membahas konflik yang sudah berlangsung selama satu bulan ini. Dia menambahkan bahwa dirinya terbuka untuk mendiskusikan status daerah konflik Krimea dan negara bagian Ukraina yang di dukung Rusia di Donbas, yaitu Donestsk dan Luhansk.
“Pada pertemuan pertama dengan Presiden Rusia, saya siap mengangkat masalah ini,” ujarnya dalam wawancara dengan media regional Ukraina, Suspline, Senin (21/3).
Dia mengisyaratkan harapan besar pada pertemuannya dengan presiden Putin agar segera terealisasikan. Walaupun demikian, Zelensky sadar bahwa pertemuan dengan Putin tidak akan secara instan menyelesaikan konfil dan masalah yang melibatkan kedua negara, tapi setidaknya dia berharap pertemuan tersebut dapat menghentikan perang yang sedang berlangsung.
Sementara itu, pemerintah Rusia telah menyatakan, sejauh ini masih belum ada kemajuan yang signifikan dalam pembicaraan damai dengan Ukraina. Moskow menuding Kiev menghentikan negosiasi dengan membuat proposal yang Moskow tidak dapat menerimanya.(RAM)