SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ragam
Home List Berita HKTI Bintan Buka Ruang Dialog, Petani Sumber Baru Sampaikan Persoalan dari Air hingga Harga Panen

HKTI Bintan Buka Ruang Dialog, Petani Sumber Baru Sampaikan Persoalan dari Air hingga Harga Panen

BINTAN, BATAMHEADLINE.COM –Komitmen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bintan untuk mendekatkan diri dengan petani diwujudkan melalui dialog langsung bersama Kelompok Tani Sumber Baru di Perkampungan Wacopek, Kecamatan Bintan Timur.

Dialog tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026. HKTI Bintan hadir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Riang Anggraini, untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi petani.

Suasana pertemuan berlangsung santai. Rahmat, salah seorang petani, menyambut rombongan dengan kledek ungu rebus. Namun, di balik suasana sederhana tersebut, petani menyampaikan sejumlah persoalan yang cukup kompleks.

Masalah ketersediaan air menjadi salah satu keluhan utama. Kondisi musim panas membuat petani harus menunda penyemaian bibit baru karena khawatir tanaman tidak mendapatkan air yang cukup.

“Kami tak berani menyemai bibit baru, Buk, karena takut mati,” kata Nadi, Ketua Kelompok Tani Sumber Baru.

Tak Sekadar Teori, Polibatam Hadirkan Pembelajaran Kedirgantaraan Berbasis Praktik

Kepada HKTI Bintan dan DKPP, petani juga menyampaikan persoalan harga pupuk yang fluktuatif, lahan pinjam pakai, harga jual hasil panen hingga akses BBM.

Rahmat mengatakan petani tidak mudah menghitung keuntungan setiap hari karena hasil panen biasanya langsung dijemput pembeli. Petani menerima pembayaran dan nota, sementara perhitungan keuntungan dilakukan berdasarkan catatan pada akhir bulan.

Persoalan harga jual menjadi perhatian tersendiri. Petani menilai harga yang mereka terima dari tengkulak masih rendah dan belum memiliki standar yang dapat memberikan kepastian bagi petani.

Nadi juga mengungkapkan bahwa petani harus berhemat dalam penggunaan BBM. Dalam kondisi tertentu, mereka membeli BBM dari pemilik lori dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter.

HKTI Bintan tidak hanya mendengar keluhan tersebut. Pertemuan juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui kehadiran PT Japfa Bintan.

Nyanyang Haris Apresiasi Balai Karantina Kepri, Pangan Aman Jadi Perhatian

Eko, perwakilan Japfa, menawarkan dukungan berupa pupuk dari olahan kandang ayam yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan lahan. Ia juga menyatakan keterbukaan perusahaan untuk memberikan dukungan kepada petani yang membutuhkan.

Pertemuan bersama Kelompok Tani Sumber Baru tersebut menjadi ruang bagi HKTI Bintan untuk menyerap aspirasi petani sekaligus mempertemukan kebutuhan di lapangan dengan peluang dukungan dari pemerintah dan sektor swasta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
×