BATAMHEADLINE – Penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat modern adalah kebutuhan pokok dewasa ini. Interaksi manusia dengan internet juga semakin meluas dalam beragam kegiatan seperti pendidikan, kebudayaan, pemerintahan, hingga perekonomian.

Kegiatan ekonomi sehari-hari yang biasa dilakukan dengan internet adalah melakukan transaksi jual beli yang disebut dengan e-commerce. Sebagai transaksi jual beli yang menggunakan internet serta beragam platform media digital, e-commerce yang dalam buku panduan ini akan disebut dengan transaksi daring dianggap cocok dengan kebutuhan masyarakat digital sekarang.

Sebab, internet memudahkan proses jual beli barang atau jasa melalui berbagai macam aplikasi. Proses ini meliputi pemilihan barang atau jasa, transaksi pembayaran hingga barang atau jasa yang disepakati penjual dan pembeli hadir di rumah pembeli atau tempat lain yang dituju.

Transaksi daring ini dianggap memudahkan penjual karena tak harus mempunyai gerai penjualan yang biaya sewa dan upah karyawannya tinggi. Pembeli pun dimudahkan karena tak harus menghabiskan waktu juga biaya untuk melakukan perjalanan ke gerai penjualan.

Menurut GlobalWebIndex, Indonesia adalah negara dengan tingkat adopsi e-commerce paling tinggi di dunia pada tahun 2019. Data ini menunjukkan sebanyak 90% pengguna internet yang berusia 19 hingga 60 tahun pernah melakukan pembelian produk atau jasa secara daring. Pertumbuhan pesat e- commerce di Indonesia juga dikonfirmasi oleh Euromonitor yang mencatat penjualan daring dari 2014 hingga 2019 sebesar US$1,1 miliar.

Salah satu faktor yang menyebabkan semakin banyak penjual membuat toko-toko maya selain faktor kemudahan serta biaya operasional yang cenderung rendah, juga karena selama pandemi ini banyak pula bermunculan pelaku bisnis termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang melakukan penjualan 3 di berbagai marketplace yang tersedia maupun membangun toko maya sendiri.

Berdasarkan catatan Exabytes, perusahaan penyediaan layanan hosting yang beroperasi di Indonesia, pertumbuhan jumlah pelaku bisnis yang membuat toko maya ini pun meningkat 38.3% selama pandemi terutama dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2020.

Peningkatan jumlah pelanggan ini muncul karena perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan transaksi daring dalam masa pandemi karena lebih aman dan bisa dilakukan dari rumah. Tak hanya dilihat dari pelaku bisnis atau penjual transaksi daring, angka kenaikan pembeli yang melakukan transaksi daring pun semakin tinggi dalam masa pandemi ini.

Hasil survei yang dilakukan oleh McKinsey, menunjukkan 34% warga Indonesia meningkatkan pembelian makanan selama pandemi. Sedangkan 30% lainnya lebih banyak membeli kebutuhan rumah tangga. Yang menarik, 72% responden menyatakan akan terus melakukan transaksi daring meski nanti pandemi telah usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Merantau ke Batam, Ini Kisaran Biaya Hidup dan Tips Hematnya

BATAMHEADLINE – Batam sebagai salah satu kota industri terbesar di Indonesia, menarik…

Inilah Rute Baru Pawai Takbiran Batam Tahun 2025

BATAMHEADLINE – Pawai Takbir Lebaran 2025 di Batam menjadi momen yang ditunggu…

Apple Hadirkan Mac Studio Generasi Terbaru, Simak Chipset Generasi Terbarunya!

BATAMHEADLINE – Apple punya sebuah perangkat desktop atau PC berukuran mini yang…

Panduan Lengkap Merantau ke Batam: Dari Persiapan Hingga Sukses

BATAMHEADLINE – Batam adalah salah satu kota industri terbesar di Indonesia yang…