
BATAM – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Suryani, menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan Indonesia, terutama terkait melemahnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.
Menurutnya, penurunan nilai moral saat ini tidak hanya melibatkan kalangan pelajar, tetapi juga oknum tenaga pendidik. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kasus perundungan, kekerasan, pelecehan seksual, hingga pergaulan bebas yang terjadi di institusi pendidikan.
“Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi bahkan di sekolah dan kampus yang dianggap unggulan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan karakter, Suryani juga menilai masih terdapat ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil maupun perbatasan.
Ia menyebut keterbatasan sarana, prasarana, serta tenaga pendidik menjadi penyebab belum meratanya penerapan kurikulum di berbagai daerah. Dampaknya, akses terhadap pendidikan lanjutan dan peluang kerja juga menjadi tidak seimbang.
“Kesenjangan penerapan kurikulum dipengaruhi keterbatasan fasilitas serta tenaga pendidik dan kependidikan,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung disparitas kesejahteraan guru yang dinilai turut memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, perbedaan tingkat kesejahteraan tenaga pengajar dapat memperlebar kesenjangan sosial di sektor pendidikan.
Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Suryani berharap seluruh pihak dapat bersama-sama melakukan pembenahan sistem pendidikan nasional agar mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat.
“Pendidikan harus mampu menjawab harapan bangsa dan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tutupnya.