BATAMHEADLINE – Awan mendung menyelimuti pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang. Pilkada ini akan menjadi catatan sejarah baru di Indonesia.

Bukan hanya karena inilah pilkada serentak pertama kalinya di Indonesia semata, melainkan juga karena merebaknya fenomena kotak kosong. Sebuah kelam bagi demokrasi.

Kelam itu tak terkecuali di Batam. Di kota berpenduduk 1,3 juta jiwa ini ternyata hanya 1 pasangan jiwa yang mendapat restu dari hampir semua partai politik. Dialah Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.

Amsakar-Claudia mengantongi dukungan 11 partai politik dengan komposisi 43 kursi DPRD Batam. Hanya PDIP yang tersisa dengan 7 kursi namun sayup-sayup mulai menyerukan ‘Game Over’.

Tapi perlu diingat, permainan belum usai sampai benar-benar berakhir. Skenario kotak kosong masih bisa dibuyarkan. PDIP hanya perlu menarik 1 partai dari koalisi Amsakar – Claudia yang memiliki minimal 3 kursi.

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Selasa (13/8/2024) telah menantang para kader dengan sebuah pertanyaan, “Kalian harus selalu turun ke bawah, bonding dan memenangkan Pilkada. Sanggup?”

Maka kesanggupan banteng-banteng di Batam menolak skema kotak kosong tengah di uji. Tak salah rasanya bila politisi gaek PDIP sekaliber Soerya Respationo ambil bagian. Bukan setakat mengatur strategi pemenangan di Batam, tetapi juga dicalonkan sebagai Calon Walikota Batam dari PDIP.

Dukungan masyarakat terhadap sosok plural yang akrab disapa Romo ini masih sangat tinggi. Kepiawaian Soerya Respationo berkomunikasi politik juga sangat memungkinkan untuk membujuk petinggi partai politik lain berpindah hati memberikan dukungan. Romansa perjuangan PDIP dan PKB di pilkada Batam 2020 berpeluang untuk diulang Kembali.

Hal itu mengingat canda Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar saat menanggapi pertanyaan tentang sikap PKB terhadap rencana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.

“Kalau sudah pilkada ya sudah, semua pihak sama. Tidak ada KIM, tidak ada Jong-un, tidak ada Kimchi, enggak ada,” kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).

Dengan komunikasi politik yang intens menjelang masa pendaftaran calon, masih terbuka peluang bagi PKB untuk memberikan dukungan resmi kepada pasangan lain di Pilkada Batam. Apalagi di Batam PKB memiliki sosok kader internal seperti Surya Makmur Nasution sebagai ketua DPC PKB Batam.

Surya Makmur Nasution dikenal sebagai kader potensial PKB yang memiliki segudang pengalaman di kancah politik dan sukses meningkatkan raihan kursi di DPRD Batam pada pemilu legislatif 2024 menjadi 4 kursi.

Pilkada Batam akan menarik bila Soerya Respationo dan Surya Makmur Nasution menjadi poros baru. Sebab pembiaran terhadap fenomena kotak kosong akan melahirkan despotisme baru.

Mengutip Profesor ilmu politik dari University of Sydney, John Keane, dalam despotisme baru, pemilu terus berlangsung. Pemisahan kekuasaan politik dan peradilan juga dijalankan. Kesetaraan warga negara tetap dipertahankan. Tapi, semuanya semu. Segalanya serba seolah-olah. Sepertinya demokratis, padahal yang dijalankan justru antidemokrasi.

Semoga akan ada ‘Surya’ yang terbit menghapus awan mendung demokrasi di Batam dan membenamkan skenario kotak kosong.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Waspada Sabotase Celah Gencatan Senjata

OPINI – Celah gencatan senjata pada perang antara Amerika Serikat dan Iran…

Kepemimpinan dalam Organisasi Sektor Publik: Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang di Era Modern

Rezi Anggraini STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia Email: ejianggraini03@gmail.com   Kepemimpinan dalam sektor…

Kepemimpinan Sektor Publik di Era Modern: Adaptasi dan Inovasi untuk Pelayanan Optimal

Echa Yunita STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia   Kepemimpinan sektor publik saat ini…

Tantangan dan Strategi Pengelolaan SDM pada Era Digital

Nurul Sultania Mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang Perlahan kita mulai disadarkan dengan masuknya…