
BATAMHEADLINE – Zoom Meeting menjadi salah satu solusi alternatif pembelajaran jarak jauh. Sejak Maret lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan, pemerintah daerah dapat mengeluarkan banyak kebijakan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) salah satunya dengan pebelajaran daring dirumah.
Media platform ini memang sangat membantu dalam dunia pendidikan sehingga tenaga pengajar menjadi lebih leluasa dalam mengajak siswanya berdiskusi dan tanya jawab, namun sayangnya permasalahan durasi zoom meeting yang sangat lama dan intensitas sering justru membuat pelajar atau mahasiswa merasa mudah bosan dan mengantuk kemudian cenderung tidak menyimak penjelasan yang dipaparkan.
Hal ini yang membuat para pelajar justru mengeluh, berdasarkan keterangan salah satu penggunan media sosial “Saya salah satu org yg paling ga suka video call terlalu lama, apalagi zoom meeting tau sih rasanya anak-anak sekolah sekarang atau karyawan yang kerjanya pake zoom. Nyiksa banget pasti. Apalagi jika jaringannya seperti robot putus,” tulis salah seorang warganet, Jumat (25/03/2022).
Bahkan ada yang sengaja untuk mencari alasan untuk mengakhiri zoom meeting “Panic attack karena terlalu lama zoom meeting itu nggak enak banget. Serius adabnya gimana sih untuk cabut di tengah meeting yang terlalu panjang?” tanya seorang warganet.
Bahkan tak heran ada yang berubah moodnya setelah zoom meeting “saya abis meeting 3,5 jam, istirahat sejam, nyambung lagi 2,5 jam. Begitu selesai rasanya mood berantakan, di sela-sela meeting juga rasanya pengen keluar nggak pake izin,” cuitan salah seorang warganet.
Metode ini memang dinilai membosankan dibandingkan dengan bertatap muka karena harus seharian menatap layar media elekronik, para pelajar tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga minat belajarpun semakin berkurang.(FR)