
BATAMHEADLINE – Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) terjangkit virus corona pada Senin 3 Maret 2020 lalu.
Sejak resmi diumumkan sejumlah instansi perguruan tinggi melakukan pembelajaran jarak jauh sesuai instruksi Menteri Pendidikan. Bukan hanya perguruan tinggi, tetapi jenjang TK, SD, SMP hingga SMA mendapatkan imbas yang sama.
Pemerintah awalnya menjanjikan untuk pembelajaran jarak jauh hanya dua minggu saja, namun pandemi ini tak kunjung surut sehingga sudah dua tahun belakang ini beberapa instansi masih melakukan pembelajaran secara daring.
Mahasiswa angkatan 2022 atau yang sedang menempuh semester 2 perkuliahan menjadi salah satu angkatan yang terdampak pandemi, sehingga beberapa program studi belum pernah merasakan kuliah offline dari pagi hingga sore hari layaknya perkuliahan normal.
“Sebenarnya, rencana kuliah offline sudah beberapa kali direncanakan, tetapi kembali dibatalkan karena munculnya kasus positif baru di lingkungan kampus. Diluar kota, sudah banyak kampus yg melaksanakan kuliah offline, walaupun terbatas pada mahasiswa. Tetapi, ini bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya. Rata-rata dari mahasiswa sudah mengikuti vaksin 2 kali bahkan ada yang sudah melakukan vaksin jenis booster. Tapi disayangkan pihak kampus belum mengeluarkan kebijakan terkait kuliah offline,” Ujar salah satu mahasiswa kuliah online, Kamis (24/03/2022).
Ketika kasus lonjakkan COVID-19 ini menurun, justru malah Indonesia kedatangan mutasi varian baru yang cukup berbahaya sehingga dihadapkan pada situasi seprti semula kala.
Mutasi terbaru virus corona varian B.1.1.529 dinyatakan sebagai variant of concern dan dinamai Omicron pada 26 November 2021, varian corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika diduga sejumlah ahli lebih menular dari varia COVID-19 lainnya.(FR)