
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa desa di wilayah terluar sekalipun mampu bersaing secara nasional dalam pemanfaatan teknologi.
“Ini capaian yang membanggakan, bukan hanya bagi Anambas, tapi juga untuk seluruh masyarakat Kepri. Artinya, desa-desa kita punya potensi besar untuk berkembang secara digital dan mandiri,” ujar Hanafi dalam keterangan persnya, Sabtu (27/7). Ia berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi 274 desa lainnya di Kepulauan Riau untuk terus berinovasi.
Hanafi juga menekankan bahwa transformasi digital desa merupakan kunci untuk pemerataan pembangunan.
“Dengan digitalisasi, desa bisa membuka akses lebih luas terhadap informasi, pelayanan publik, pendidikan, hingga ekonomi digital. Ini langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kota dan desa,” tambahnya.
Data dari Kementerian Desa RI mencatat bahwa Indonesia memiliki lebih dari 74.000 desa. Dengan capaian Desa Piasan yang masuk nominasi 6 besar, Kepri berhasil menempatkan diri di antara desa-desa terbaik secara nasional dalam penerapan teknologi digital di tingkat lokal.
Sebagai wakil rakyat, Hanafi berkomitmen mendorong kebijakan yang mendukung percepatan digitalisasi desa. Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat infrastruktur, pelatihan SDM, dan pendampingan agar seluruh desa di Kepri mampu mengikuti jejak sukses Desa Piasan.


Comment