JAKARTA — Berbagai program inovasi perusahaan Amerika Serikat (AS) di Indonesia telah memberikan manfaat kepada jutaan masyarakat. Laporan BISA 2026 yang diluncurkan US-ASEAN Business Council (USABC) mencatat program pengembangan talenta menjangkau 10,7 juta penerima manfaat sepanjang 2020–2026.
Laporan yang mendapat dukungan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia tersebut mencatat 91 inovasi dari 43 perusahaan AS. Nilai moneter seluruh kontribusi itu diperkirakan mencapai sekitar US$24,8 miliar.
Dampak program tidak hanya terlihat dalam pengembangan sumber daya manusia. Inovasi perusahaan AS juga mendukung sekitar 8.000 konservasionis dan hampir 3.000 UMKM dalam upaya membangun ekonomi yang lebih tangguh.

Di sektor daya saing bisnis, berbagai inovasi telah menjangkau sekitar 1 juta pengguna digital serta lebih dari 80 ribu UKM. Kontribusi tersebut berlangsung di berbagai bidang, termasuk teknologi digital, keamanan siber, energi, pertanian, pertambangan, migas, dan layanan keuangan.
Marc Mealy dari USABC mengatakan kehadiran perusahaan AS di Indonesia telah diwujudkan melalui investasi berbasis inovasi, kemitraan teknologi, kolaborasi riset dan pengembangan kapasitas.
USABC menilai berbagai program tersebut menunjukkan bahwa inovasi dapat menjadi bagian dari upaya membuka peluang baru sekaligus memperkuat daya saing dan ketangguhan ekonomi Indonesia.


Comment