
BATAMHEADLINE – Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau kembali menyelenggarakan Kelas “Ayahku Luar Biasa”, Jumat (12/12/2025). Acara yang berlangsung di Batam ini dihadiri 60 peserta dari unsur ASN, CPNS, PKB, P3K hingga Forum GenRe, dengan antusiasme yang tinggi.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga. Gerakan ini menjadi upaya nyata memperkuat peran ayah sebagai teladan yang sehat secara mental, emosional, dan spiritual.
Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak/Remaja dan Pembangunan Keluarga dengan Fokus Kesehatan Jiwa
Kesehatan mental ayah sebagai fondasi terciptanya keluarga yang harmonis. Seorang ayah yang stabil secara emosional akan lebih mampu mendidik, melindungi, dan menjadi figur panutan bagi anak-anaknya,
Kegiatan kelas ini menghadirkan materi dari dokter spesialis kejiwaan yaitu Direktur RSJKO EHD Tanjung Uban, dr. Asep Guntur Supari yang memberikan penyuluhan tentang manajemen stres, kesehatan jiwa, dan keseimbangan emosional dalam keluarga.
Para peserta juga diajak mengikuti simulasi kesiapsiagaan bersama petugas Mitigasi Penanggulangan Kebakaran Badan Pengusahaan (BP) Batam, yaitu Nyarlik Suwarno dan Rubi Yunanto sebagai bentuk penguatan ketangguhan ayah dalam melindungi keluarga. Praktik tersebut relevan dengan peran ayah sebagai pelindung keluarga. Seorang ayah perlu siap dalam kondisi apa pun, baik fisik maupun mental.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa gerakan penguatan peran ayah merupakan bagian dari strategi memperkokoh ketahanan keluarga. “Peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pendamping emosional dan teladan moral bagi anak-anak,” tegasnya.
Rohina juga mengingatkan pentingnya kehadiran ayah dalam berbagai fase tumbuh kembang anak. Ia mendorong para ayah untuk lebih aktif dalam momen-momen penting seperti kegiatan sekolah dan aktivitas keluarga. “Ayah yang hadir secara penuh memiliki dampak besar terhadap perkembangan karakter, kepercayaan diri, dan ketahanan mental anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta menjaga kesehatan jiwa melalui pola hidup sehat dan komunikasi terbuka. “Kesehatan jiwa ayah dan calon ayah adalah fondasi kesehatan jiwa keluarga. Ketika ayah terluka secara mental, keluarga ikut merasakannya,” ujar Rohina.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang membuka ruang bagi para ayah untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Respons peserta menunjukkan tingginya kebutuhan ruang edukasi khusus bagi ayah dalam konteks pembinaan keluarga.
Di akhir acara, GATI Kepri berharap kelas ini dapat menjadi langkah awal transformasi sosial dari dalam rumah. Melalui gerakan ini, BKKBN Kepri ingin melahirkan ayah-ayah teladan yang kuat secara fisik, tangguh secara mental, dan berkarakter, sehingga dibutuhkan juga kolaborasi lintas sektor agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.