
BATAMHEADLINE – Fraksi PKB DPRD Kota Batam mengingatkan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja untuk mengoptimalkan pemanfaatan alokasi anggaran Pendidikan, Pelatihan dan Keterampilan bagi tenaga kerja untuk mencegah kecelakaan kerja.
“Dana Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) sebesar-besarnya harus dioptimalkan untuk meningkatkan skill tenaga kerja. Bila kualitas tenaga kerja baik, kecelakaan kerja pun dapat dicegah,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Batam Surya Makmur Nasution menyikapi pengesahan Perda APBD Kota Batam Tahun 2026, Kamis, 21 November 2025.
DPRD Batam bersama Walikota Batam Amsakar Achmad telah menyetujui APBD Kota Batam tahun 2026 sebesar Rp. 4,299 triliun. Rapat paripurna pengesahan APBD Kota Batam Tahun 2026 dipimpin oleh Ketua DPRD Batam M Kamaludin, setelah sepekan lalu tertunda karena ketidakhadiran Walikota Batam.
Berdasarkan hasil rapat finalisasi Badan Anggaran DPRD Batam yang dipimpin oleh Wakil Ketua 1 DPRD Batam Awenk Kurniawan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai oleh Sekretaris Kota Batam Firmansyah, besarnya APBD Tahun 2026 direncanakan Rp. 4,299 milyar dari sebelumnya Rp. 4,738 milyar dalam pembahasan KUA/PPAS. Pengurangan dana tersebut dampak dari Kota Batam mengalami penurunan dana transfer keuangan daerah (TKD) sebesar Rp. 438 milyar.
Menurut SMN, panggilan akrab Surya Makmur Nasution, khusus dana diklat keterampilan tenaga kerja, besarnya Rp. 34,481 milyar. Uang tersebut bersumber dari dana Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing sebesar Rp 50 milyar.
“Kami berharap, diklat keterampilan naker tidak sebatas mengejar sertifikasi semata. Kami berharap, kualitas keterampilan naker di Batam semakin baik dan memenuhi kualifikasi tuntutan kerja saat ini,” jelas SMN yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam itu.
Lebih lanjut SMN mengatakan, dalam hal rekruitmen naker untuk diklat keterampilan, diminta dilakukan secara inklusif, adil dan merata berdasarkan kualifikasi dan tuntutan kerja.
“Kami berharap diklat keterampilan naker ini akan merubah dunia kerja di Batam yang terbebas dari kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan para pekerja,” ujar SMN.