
BATAMHEADLINE – SDN 019 Sagulung Batam mengadakan gelar karya Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Kearifan Lokal” pada Kamis (5/12/2024). Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran siswa, guru, orang tua, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat, hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai gelar karya ini menjadi langkah nyata dalam mengajarkan siswa untuk mengenal, memahami, dan melestarikan budaya lokal.
“Saya sangat bangga melihat kreativitas anak-anak kita, terutama dalam mendaur ulang bahan-bahan yang sudah tidak terpakai untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Pendidikan seperti ini tidak hanya membangun akademik, tetapi juga karakter serta kecintaan terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa,” kata Fendi.
Fendi juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala SDN 019 Sagulung, Sunarni, serta komite sekolah yang dinilai berhasil menyelenggarakan acara dengan baik.
“Terima kasih kepada Ibu Sunarni dan ketua komite sekolah atas dedikasi dan kerja kerasnya. Kerja sama yang solid antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk memajukan pendidikan,” tambahnya.
Acara ini menampilkan berbagai karya siswa, seperti kerajinan tangan berbasis bahan alami, pertunjukan seni tradisional seperti tari Melayu dan musik khas daerah, hingga masakan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri. Semua karya mencerminkan kekayaan budaya lokal yang patut dilestarikan.
Kepala Sekolah SDN 019 Sagulung, Sunarni, menjelaskan bahwa tema “Kearifan Lokal” dipilih untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini.
“Kami ingin siswa memahami dan mencintai budaya lokal. Melalui kegiatan ini, mereka belajar menghargai keanekaragaman budaya di Indonesia, terutama tradisi Melayu di Batam,” ujar Sunarni.
Acara gelar karya ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para orang tua yang merasa bangga atas partisipasi dan kreativitas anak-anak mereka. SDN 019 Sagulung berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengedepankan pendidikan berbasis budaya.