
BATAMHEADLINE – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Jepang dengan skor 0-6 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 menuai banyak sorotan. Salah satunya datang dari pengamat sepak bola nasional, Chris Triwinasis, yang menyebut hasil tersebut sangat mengecewakan, meski sebenarnya kekalahan itu telah diprediksi.
“Kekalahan timnas atas tuan rumah Jepang 0-6 sangat menyesakkan. Kendati sudah diduga akan kalah, namun skor besar ini semoga tidak berdampak pada mental para pemain saat melakoni round empat,” ujar Chris.
Menurutnya, pelatih kepala Patrick Kluivert terlalu berani mengambil langkah ekstrem dengan melakukan perubahan frontal dalam susunan dan strategi tim. Hal ini terlihat dari perombakan formasi besar-besaran yang tidak biasa digunakan oleh skuad Garuda.
“Perubahan mendasar terjadi pada pola yang biasa menempatkan tiga bek, kali ini lima pemain sekaligus dari James, Hubner, Idzes, Hilgers. Sementara itu, Diks, Pelupessy, Thom, Sayuri, dan Beckham Putra dipasang di lini tengah, hanya menyisakan Ole di lini depan,” jelasnya.
Chris menilai perubahan tersebut membuat aliran bola ke lini depan sangat minim. Sepanjang pertandingan, Ole nyaris tak mendapatkan suplai bola berarti, bahkan Timnas Indonesia tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Jepang.
Kondisi diperparah dengan cederanya dua pemain tengah, Yakub Sayuri dan Kevin Diks yang memaksa Kluivert melakukan pergantian pemain di luar rencana. Marcelino Ferdinand masuk menggantikan Sayuri, sementara Beckham Putra harus bergeser ke posisi Sayuri. Masuknya Ricky Kambuaya dan Stefano Lilipaly pun tak banyak mengubah jalannya pertandingan.
“Permainan tetap dikuasai oleh para pemain tuan rumah,” imbuh Chris.
Dengan hasil ini, Chris berharap mental pemain Indonesia tidak runtuh, mengingat mereka masih harus bersaing di babak keempat kualifikasi. Ia menekankan pentingnya konsistensi strategi dan kestabilan komposisi pemain di laga-laga mendatang.