
BATAMHEADLINE – Pemerintah Korea Selatan berminat untuk mendanai proyek pembangunan Jembatan Batam – Bintan melalui skema dari Kerja sama Badan Usaha dan Pemerintah (KPBU).
Hal ini terdapat di dalam agenda pembahasan peningkatan kerjasama di bidang infrastuktur antara Kementrian PUPR dengan Minister for Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) pada Senin (21/3).
Dikutip Kompas.com, Wakil Menteri PUPR, Jhin Wempi Wetipo mengatakan bahwa beliau berharap meskipun sedang berada di tengah pandemic Covid-19, ada beberapa program yang pelksaaannya bergeser, tapi pihaknya berharap kerjasama ini tetap bisa terlaksana dengan baik.
“Status Jembatan Batam – Bintan dalam tahap studi kelayakan, izin lingkungan, dan pembebasan lahan, serta penyiapan dokumen lelang dan penyampaian readiness criteria kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” jelas dia
Ia juga menambahkan bahwasannya target penyelesaian pekerjaan tersebut ialah pada Maret 2022.
“Jembatan Batam – Bintan memiliki total panjang 14,74 kilometer yang bentang panjangn dengan teknologi cable stayed yang nantinya akan menjadi jalan tol,” tambah dia.
Dukungan pemerintah melalui loan dan KPUB dengan model Minimum Reveue Guarantee (MRG) merupakan rencana dari pendanaan proyek dari dua skema yang ada.(RAM)