
BATAMHEADLINE – Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak membuat Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak (KSPPA) PSI Kepulauan Riau (Kepri) memasifkan sosialisasi pendidikan seksual kepada anak.
Kegiatan sosialisasi pendidikan seksual itu dimulai pertama kali untuk anak usia balita dan pra sekolah di RT 04 RW 05 Kawasan Industri Sekupang. Ada sekitar 35 anak berusia 4 hingga 7 tahun yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Pendidikan seksual tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang tabu untuk diajarkan kepada anak, kita harus bergerak untuk melakukan langkah preventif mengingat 45 persen dari 14.000 kasus kekerasan selama 2021 lalu adalah kekerasan seksual,” ujar Korwil KSPPA PSI Kepulauan Riau, Hadyanna Prathita.
Dalam kesempatan sosialisasi ini KSPPA PSI Kepri mengingatkan kembali kepada orang tua pentingnya mengajarkan otoritas tubuh pada anak sejak dini. Acara diawali dengan mengenalkan anak terhadap anggota tubuh yang boleh disentuh dan terlarang untuk disentuh orang lain.
Penyampaian berlangsung atraktif karena materi sosialisasi yang disampaikan melalui lagu dan senam. Bahkan ada juga permainan dan kuis yang membuat anak-anak semakin bersemangat.
“Materi yang kami berikan adalah mengajarkan anak untuk berani tegas ketika ada orang yang menyentuh bagian sentitif mereka, cara untuk menjalin komunikasi dan juga berdiskusi tentang alat reproduksi. Anak-anak kita ajarkan untuk tahu cara bersikap ketika ada orang tidak dikenal yang mendekati mereka,” jelas perempuan yang akrab dipanggil sis Thita ini.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kualitas relasi terhadap anak. Hal itu agar orang tua selalu menjadi tempat yang nyaman dana aman untuk anak bercerita beragam hal.
“Untuk meminimalisir resiko pelecehan seksual, penting bagi anak untuk mengetahui cara menjaga diri dan meminta pertolongan saat ada potensi kekerasan seksual terjadi,” pungkas dia.