Oleh: Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si
Wakil Gubernur Kepulauan Riau
Ketua DPD HKTI Kepulauan Riau
Dulu, para pejuang menumpahkan darah untuk merebut tanah air. Hari ini, tugas kita bukan lagi merebutnya, melainkan memastikan tanah air itu tetap mampu menghidupi rakyatnya. Di antara dua perjuangan itulah kita menemukan makna kemerdekaan yang sesungguhnya.
Ketika berbicara tentang kemerdekaan, kita tidak cukup hanya mengenang sejarah. Kita juga perlu bertanya: sudah sejauh mana kita menggunakan kemerdekaan untuk membangun kehidupan yang mandiri, termasuk dalam urusan paling mendasar—pangan yang kita makan setiap hari?
Pertanyaan itu penting bagi kita di Kepulauan Riau. Kita hidup di wilayah kepulauan dengan karakter dan tantangan yang berbeda. Namun keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Justru di situlah semangat kemerdekaan diuji: apakah kita menyerah pada keadaan, atau memilih mencari jalan untuk tumbuh?
Pertanian mengajarkan kita tentang pilihan itu. Seorang petani menanam tanpa kepastian bahwa setiap benih akan tumbuh. Ia merawat dengan sabar, menghadapi perubahan, dan tetap percaya bahwa akan ada masa panen. Dari sana kita belajar bahwa masa depan tidak lahir dari mereka yang hanya menunggu keadaan menjadi sempurna.
Semangat itulah yang harus kita bawa dalam mengisi kemerdekaan. Kita harus menanam kemandirian, memperkuat gotong royong, menjaga tanah, dan memberi ruang kepada generasi muda untuk melihat pertanian sebagai bagian dari masa depan. Sebab pertanian bukan sekadar soal menghasilkan pangan. Di dalamnya ada perjuangan menjaga kehidupan dan kedaulatan bangsa.
Kita mungkin tidak memiliki lahan yang luas seperti daerah lain. Tetapi kita memiliki tanah yang harus kita rawat, tangan-tangan yang mau bekerja, dan semangat untuk terus berusaha.
Karena itu, mari kita maknai kemerdekaan bukan hanya dengan mengibarkan Merah Putih, tetapi dengan keberanian untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Dulu para pejuang menanam kemerdekaan dengan pengorbanan. Kini giliran kita menanam masa depan dengan kerja, persatuan, dan kemandirian.
Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan dipanen oleh generasi mendatang.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka untuk terus menanam, merawat, dan membangun.


Comment