SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opini
Home List Berita Pancasila dari Kacamata Petani, Sebuah Opini dihari Kesaktian Pancasila

Pancasila dari Kacamata Petani, Sebuah Opini dihari Kesaktian Pancasila

Oleh: Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau
Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum untuk mengingat sejarah, tetapi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan masyarakat. Bagi petani, Pancasila tumbuh dalam bentuk yang sederhana: gotong royong, kerja keras, musyawarah, kepedulian dan keadilan.

Petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Setiap benih yang ditanam, setiap lahan yang diolah, dan setiap hasil panen yang sampai ke meja makan masyarakat merupakan bagian dari perjuangan menjaga kehidupan bangsa.

Karena itu, membangun pertanian tidak cukup hanya berbicara tentang peningkatan produksi. Kita juga harus memastikan petani mendapatkan akses terhadap lahan, pupuk, benih, teknologi, permodalan, pasar serta harga hasil pertanian yang layak. Ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan kesejahteraan petani.

Di Kepulauan Riau, tantangan pertanian memang tidak sederhana. Sebagai daerah kepulauan, kita membutuhkan pola pertanian yang sesuai dengan karakter wilayah dan mengembangkan potensi komoditas lokal. Semua itu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat.

Ketua DPC GMNI Batam soroti Isu Rempang Galang. Hentikan tindakan represif, segera buka ruang dialog musyawarah untuk mencapai mufakat

Semangat tersebut sesungguhnya merupakan wujud nyata Pancasila. Persatuan diwujudkan melalui kerja bersama, musyawarah menjadi dasar dalam mengambil keputusan, dan keadilan sosial diwujudkan dengan memastikan pembangunan pertanian memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat.

Pada Hari Lahir Pancasila ini, mari kita tidak hanya menghafalkan lima sila, tetapi menghadirkannya dalam tindakan nyata. Pancasila harus hidup di tengah masyarakat, termasuk di sawah, kebun dan ladang tempat para petani bekerja.

Sebab ketika petani sejahtera, pangan terjaga. Ketika pangan terjaga, ketahanan bangsa semakin kuat.
Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari menjaga Pancasila dengan kerja nyata dan membangun ketahanan pangan dengan keberpihakan kepada petani.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
×