BIAK  – Tim Departemen Perang AS untuk Pencarian dan Identifikasi Tentara yang Hilang atau Tawanan Perang (the Defense POW/MIA Accounting Agency/DPAA), didampingi perwakilan Kantor Atase Pertahanan (DAO) Kedutaan Besar AS di Jakarta, baru-baru ini menyelesaikan misi investigasi di Pulau Biak pada 20–23 Juli. Kunjungan ini menandai langkah awal yang penting dalam memperluas kemampuan DPAA untuk menemukan kembali artefak sejarah dan jenazah personel militer AS yang hilang dari masa Perang Dunia II di Indonesia, sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani oleh kedua negara pada 13 April 2026.

Selama berada di Pulau Biak, tim gabungan DPAA dan DAO bertemu secara resmi dengan Marsekal Muda (Marsda) TNI Azhar Aditama, Panglima Komando Operasi Udara III TNI Angkatan Udara di wilayah tersebut. Tim menyerahkan surat penghargaan dan plakat komando resmi sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penting yang telah diberikan Marsda TNI Azhar Aditama dalam proses penyerahan artefak bersejarah dan kemungkinan jenazah warga negara AS kepada DPAA baru-baru ini.

Foto atas izin TNI Angkatan Udara, Komando Daerah Angkatan Udara III

“Kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dukungan luar biasa dari para pemimpin seperti Marsda TNI Azhar Aditama, merupakan landasan keberhasilan kami di kawasan ini,” ujar Letnan Kolonel Korps Marinir AS Jeremy Smith, Wakil Direktur DPAA untuk kawasan Indo-Pasifik sekaligus pemimpin tim misi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas komitmen mereka terhadap upaya kemanusiaan ini.”

Selain melakukan pertemuan dengan pejabat setempat, sejarawan DPAA Dr. Kyle Bracken dan Dr. Alex Peterson melaksanakan investigasi lapangan. Setelah bertemu dengan para tetua desa setempat untuk membangun kepercayaan masyarakat, mereka menyusuri wilayah sekitar, menghimpun sejarah lisan, dan melakukan survei di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan Pertempuran Biak 1944.

Foto atas izin TNI Angkatan Udara, Komando Daerah Angkatan Udara III

Selama kunjungan, tim DPAA juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dengan membagikan bola sepak dan permen kepada anak-anak di beberapa wilayah di pulau tersebut. Tim mengunjungi sebuah sekolah di Desa Parai dan memberikan presentasi interaktif untuk menjawab pertanyaan para siswa tentang Pertempuran Biak serta misi global DPAA dalam mencari dan memulihkan jenazah personel militer AS yang hilang. Delegasi tersebut juga melakukan kunjungan resmi ke tugu peringatan Perang Dunia II.

Foto atas izin TNI Angkatan Udara, Komando Daerah Angkatan Udara III

Kunjungan ke Biak memiliki makna pribadi yang mendalam bagi Letnan Kolonel Smith. Paman buyutnya, Sersan Teknis Henry “Buddy” Daugherty dari Angkatan Udara Angkatan Darat AS, tewas dalam kecelakaan pesawat angkut C-47 di Biak pada 27 September 1944.

“Berdiri di tempat paman buyut saya gugur 82 tahun lalu, bukan hanya sebagai seorang Marinir dalam sebuah misi resmi, tetapi juga sebagai anggota keluarga yang memberikan penghormatan kepadanya, merupakan kehormatan seumur hidup,” ujar Smith. “Inilah yang dilakukan DPAA. Kami menepati janji bangsa kami untuk tidak pernah meninggalkan mereka yang gugur.”

Foto atas izin TNI Angkatan Udara, Komando Daerah Angkatan Udara III

Foto atas izin TNI Angkatan Udara, Komando Daerah Angkatan Udara III

Kunjungan bersama dengan DAO Kedutaan Besar AS ini menegaskan komitmen Pemerintah AS untuk bekerja sama dengan Indonesia dan meletakkan landasan yang kuat bagi kerja sama kemanusiaan dan sejarah di masa mendatang berdasarkan MoU yang ditandatangani pada April 2026.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai misi Departemen Perang AS dalam mencari dan mengidentifikasi warga negara Amerika yang hilang saat menjalankan tugas untuk negara, kunjungi situs web DPAA di www.dpaa.mil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Jeju Air Resmi Beroperasi di Hang Nadim, Cek Jadwal Penerbangan Batam – Korea Selatan – Batam

BATAMHEADLINE – Jeju Air, maskapai asal Korea Selatan, kini mulai beroperasi di…

Unanim advertis1 haltere loud onetrod trigly style sulky

Zuithin spread beside the ouch sulky and this wonderfully and as the…

Arogansi TKA Kenya di Batam Disorot, PMKRI Siap Demo Besar-Besaran

BATAM – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) di kawasan industri Batu Merah,…

Iskandarsyah Tekankan Pentingnya Kepastian Hidup Lewat SK PPPK

KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah memastikan bahwa penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi…