JAKARTA – Enam pejabat pemerintah Indonesia, pengamat kebijakan, dan jurnalis senior yang berkarya di bidang kebijakan maritim Indonesia telah menuntaskan Program International Visitor Leadership Program (IVLP) selama tiga minggu bertema “Penegakan Kedaulatan Maritim,” yang berlangsung pada 6–27 Juni. Program ini mempertemukan kelompok tersebut dengan lembaga-lembaga terkemuka, instansi pemerintah, akademisi, dan praktisi hukum AS di lima negara bagian, membekali mereka dengan wawasan praktis untuk memperkuat tata kelola maritim Indonesia dan mempererat kerja sama maritim antara AS dan Indonesia.
Program ini berlangsung di Washington, DC; Boston, Massachusetts; Portland, Maine; New Orleans, Louisiana; dan Honolulu, Hawaii. Para peserta berdiskusi dengan mitra-mitra AS dari kalangan pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mengeksplorasi kedaulatan maritim, keamanan Indo-Pasifik, ilmu kelautan, industri pertahanan, diplomasi energi, dan hukum maritim.
“Indonesia adalah salah satu mitra terpenting Amerika di Indo-Pasifik, dan keamanan perairan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari keamanan kawasan secara keseluruhan,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz. “Dengan berinvestasi dalam kapasitas tata kelola maritim Indonesia, kami berinvestasi dalam jalur laut yang lebih aman, perdagangan yang lebih kuat, dan kawasan yang lebih stabil — hasil yang menguntungkan kedua negara kita dan dunia.”
Kelompok IVLP ini mengunjungi berbagai lembaga, termasuk Pentagon, Departemen Luar Negeri AS, NOAA, Fletcher School di Universitas Tufts, Woods Hole Oceanographic Institution, Bollinger Shipyards, Pusat Hukum Maritim Tulane, dan Komando Indo-Pasifik AS, serta lembaga-lembaga lainnya. Program ini diakhiri dengan sesi kunjungan ke Monumen Nasional Pearl Harbor di Honolulu.
“Program ini memang luar biasa, dan saya merasa sangat beruntung terpilih sebagai peserta IVLP,” kata Erik Purnama Putra, seorang jurnalis dan salah satu pendiri lembaga kajian Indonesia Strategic Defense and Studies (ISDS). “Selain pengalaman yang membuka wawasan dari perjalanan melintasi beberapa kota di lima negara bagian AS, saya mendapatkan wawasan yang sangat berharga yang hanya bisa diperoleh melalui interaksi langsung dengan komunitas dan lembaga setempat.”
Program IVLP merupakan program pertukaran profesional unggulan dari Departemen Luar Negeri AS. Melalui kunjungan profesional jangka pendek ke Amerika Serikat, IVLP memperkenalkan para pemimpin dan calon pemimpin dari berbagai negara kepada masyarakat, budaya, dan keahlian profesional AS, sekaligus membangun hubungan profesional yang langgeng. Setiap tahun, hampir 4.000 orang dari seluruh dunia mengunjungi Amerika Serikat melalui IVLP. Hingga saat ini, lebih dari 2.900 warga Indonesia telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Sumber foto: Kedubes AS Jakarta