
BATAMHEADLINE – Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya isu kependudukan dan pembangunan berkelanjutan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Orientasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Jenjang SD dan SMP se-Kota Batam, bertempat di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Jumat (7/11).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi dalam mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar dan menengah pertama. Melalui kegiatan ini, kepala sekolah, guru serta tenaga pendidik mendapatkan pemahaman tentang bagaimana membentuk karakter peserta didik yang cerdas, peduli lingkungan, dan berperilaku berwawasan kependudukan.
Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan bagian dari implementasi Program Bangga Kencana yang bertujuan menanamkan nilai dan kesadaran kependudukan kepada generasi muda sejak dini. Melalui pendekatan pendidikan formal, SSK mendorong peserta didik memahami hubungan antara pertumbuhan penduduk, pembangunan keluarga, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Qurniadi dalam paparannya menyampaikan bahwa pendidikan kependudukan bukan sekadar tambahan materi pelajaran, tetapi pondasi penting untuk membangun generasi yang sadar keluarga dan sadar masa depan.
“Sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dan kesadaran awal anak. Dengan pendidikan kependudukan, kita tidak hanya menyiapkan siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran terhadap lingkungan serta pentingnya perencanaan hidup,” ujar Qurniadi.
Dalam paparan materi orientasi, menekankan bahwa bonus demografi Indonesia yang diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2030–2040 merupakan peluang besar yang hanya dapat dimanfaatkan jika generasi mudanya berkualitas.
Melalui penerapan SSK, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menekankan pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan perilaku sadar kependudukan, seperti menjaga kesehatan reproduksi, mencegah pernikahan anak, menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya perencanaan keluarga di masa depan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan program Bangga Kencana dalam menyiapkan generasi emas yang berdaya saing.
“Kegiatan orientasi ini menjadi langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai kependudukan sejak usia dini. Kami ingin anak-anak SD dan SMP di Kota Batam tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran kependudukan — tahu bagaimana merencanakan masa depan, menjaga lingkungan, serta menghargai nilai keluarga,” ujar Rohina.
Lebih lanjut, Rohina menambahkan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan bukan sekadar program tambahan, tetapi wadah strategis untuk membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda agar siap menghadapi tantangan global.
“Melalui SSK, kita ingin menumbuhkan generasi yang bukan hanya pandai secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu sosial, lingkungan, dan pembangunan keluarga. Mereka inilah yang akan menjadi penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Orientasi ini juga membahas cara-cara mengintegrasikan isu kependudukan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, seperti melalui projek Profil Pelajar Pancasila, kegiatan pramuka, karya ilmiah remaja, serta pojok kependudukan sebagai ruang belajar tematik di sekolah.
Selain itu, SSK juga mendorong sekolah untuk mengembangkan berbagai kegiatan inovatif seperti pembuatan konten edukasi digital bertema Bangga Kencana, lomba karya seni tematik, hingga kampanye lingkungan yang dapat melibatkan siswa secara aktif.
Melalui kegiatan orientasi ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri bersama Dinas Pendidikan Kota Batam berharap semakin banyak satuan pendidikan yang dapat menerapkan konsep SSK sebagai bagian dari strategi pembelajaran berkarakter dan berwawasan masa depan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan global, mulai dari isu perubahan iklim, urbanisasi, hingga ketimpangan sumber daya dengan cara berpikir berkelanjutan dan tanggung jawab sosial yang kuat.