
BATAMHEADLINE – Masyarakat Batam kini memiliki satu destinasi wisata baru untuk menikmati senja. Pantai Tanjung Uma menjadi salah satu pantai di Batam yang menyajikan keindahan di kala matahari terbenam.
Meski masih dalam proses pembangunan, pantai ini sudah terbuka untuk masyarakat. Para pemburu sunset dapat masuk secara gratis untuk menghilangkan penatnya runitinas sehari-hari.
“Biasanya memang paling ramai saat sore hari, karena masyarakat ingin menikmati pemandangan pantai ketika langit berwarna jingga,” ungkap Umar Harianto, Humas Pengelola Pantai dari Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Uma, Senin (18/01).
Detik-detik pergantian waktu dari sore menuju ke malam hari di pantai Tanjung Uma menjadi waktu favorit bagi para pengunjung. Pemandangan langit berwarna jingga di batas cakrawala sangat memanjakan para pecinta selfi untuk foto sendiri atau bersama pasangan maupun kawan-kawan.
Apalagi suasana syahdu yang disertai dengan deburan ombak dan angin sepoi-sepoi membuat pengunjung tak ingin pulang sebelum memotret sunset dari bibir pantai dengan latar Singapura.
Menyebrang ke Pulau Boko

Pantai Tanjung Uma tak hanya menjadi destinasi untuk melihat matahari terbenam, dari pantai ini pengunjung juga bisa menyebrang ke Pulau Boko.
“Dari sini bisa juga ke bokor, biayanya per orang pulang pergi hanya 25 ribu, tapi minimal berangkat 6 orang,” kata Umar.
Dari pantai Tanjung Uma ke pulau Boko hanya berjarak tempuh sekitar 10 menit dengan menggunakan pompong. Pulau Boko merupakan pukau tak berpenghuni yang memiliki pasir putih dan air laut yang jernih.
“Pulau Boko ini seperti private island. Pengunjung bisa berenang, main pasir atau menjelajah hutan bakau dan mencari gonggong atau kerang,” pungkas Umar.
