
BATAMHEADLINE – Sebagai langkah awal memahami kompetensi literasi digital, mari kita lihat dulu arti literasi digital. Secara harfiah, literasi digital dapat diartikan sebagai kemampuan dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi digital.
Sedangkan secara konseptual, literasi digital merujuk pada sekumpulan kompetensi fungsional dan kritis yang meliputi keterampilan mengakses, menyeleksi, memahami, menganalisis, memverifikasi, mengevaluasi, mendistribusikan, memproduksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di dalam ekosistem digital.
Berikut definisi dari 10 kompetensi literasi digital yang perlu kamu kuasai agar lebih aman berselancar di dunia maya:
Pertama, kompetensi mengakses yang didefinisikan sebagai serangkaian keterampilan teknis yang diperlukan bagi seseorang ketika berinteraksi dengan media digital. Misalnya adalah kemampuan mengoperasikan komputer, telepon genggam, ataupun keterampilan dalam mengakses berbagai aplikasi maupun perangkat digital dalam berkomunikasi.
Kedua, kompetensi menyeleksi yang merupakan kemampuan untuk memilih dan memilah informasi yang didapatkannya dari media digital. Seseorang yang menguasai kompetensi ini akan membuang informasi yang tidak diperlukan atau informasi yang tidak benar. Contohnya adalah memilah dan memilih informasi yang diterima berdasarkan sejumlah pertimbangan sehingga tidak langsung memercayainya.
Ketiga, kompetensi memahami yang mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami makna dari konten di media digital pada tingkat literal. Contohnya kemampuan untuk menangkap pesan orang lain, juga ide-ide individu dalam berbagai platform.
Keempat, kompetensi menganalisis yang merujuk pada kemampuan sahabat untuk mendekonstruksi konten di media digital. Kompetensi ini secara konsisten menekankan bahwa individu seharusnya memahami bahwa konten yang dihasilkan adalah rekayasa subjektif.
Kelima, kompetensi memverifikasi. Memverifikasi merujuk pada kemampuan untuk menggabungkan konten media digital dan mengintegrasikan sudut pandangnya sendiri. Misalnya, individu diharapkan untuk membandingkan berita dengan tema yang sama dari sumber yang berbeda.
Keenam, kompetensi mengevaluasi yang berkaitan dengan kemampuan untuk mempertanyakan, mengkritik, dan menguji kredibilitas konten di media baru. Kecakapan ini membutuhkan kemampuan kritis dalam menilai.
Ketujuh, kompetensi mendistribusikan. Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan untuk menyebarkan atau berbagi informasi. Berbagi informasi yang benar dan valid adalah kunci utama dalam kompetensi ini. Dengan begitu, kita harus mempertimbangkan berbagai hal sebelum berbagi informasi seperti halnya: dampak positif dan arti pentang pesan yang akan dibagi, kesesuaian dengan hukum dan etika yang berlaku, serta khalayak sasaran yang akan dituju.
Kedelapan, kompetensi memproduksi yang merupakan kemampuan untuk membuat atau menduplikasi konten. Tindakan produksi misalnya pemindaian dokumen cetak ke dalam format digital, memproduksi konten audio visual, menulis di blog, dan lainnya yang menuntut bagian dari kompetensi ini. Kemampuan ini dibutuhkan oleh kita untuk bisa memproduksi konten positif di berbagai perangkat media digital dan media sosial.
Kesembilan adalah kompetensi berpartisipasi. Kecakapan ini dekat dengan budaya partisipatif yang mengacu pada kemampuan untuk terlibat secara interaktif dan kritis dalam lingkungan media digital. Berpartisipasi berfokus secara eksplisit pada koneksi sosial yang menekankan kontribusi masing-masing individu. Misalnya, kita diharapkan untuk aktif mengajak teman atau keluarga untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi daring. kita juga diharapkan untuk secara aktif memberi masukan secara konstruktif atas pendapat orang lainnya dalam platformtertentu seperti berkomentar yang baik di media sosial.
Kesepuluh, kompetensi yang terakhir adalah berkolaborasi. Tidak seperti kecakapan berpartisipasi, kecakapan kolaborasi membutuhkan inisiatif dari kita untuk bekerja sama dengan individu lainnya dalam komunitas atau gerakan atau jaringan yang lebih besar dan luas baik secara daring maupun luring.
Penguasaan sepuluh kompetensi literasi digital ini bukanlah penguasaan tahapan per tahapan. Artinya bahwa, kompetensi ini berjalan seiringan dan saling berkaitan satu sama lain sehingga dimungkinkan untuk dilakukan secara bersamaan. Mempraktikkan kesepuluh kompetensi dengan konsisten dan kontinu adalah kunci utama keberhasilannya.