BATAMHEADLINE – COVID-19 telah memicu dampak besar untuk masyarakat terutama perubahan pola gaya hidup mulai dari memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan. Selain itu, masyarakat diwajibkan work from home (WFH), school from home (SFH), dan hanya dirumah saja. Hal tersebut membuat kondisi mental masyarakat terganggu karena mengalami multiple stress ketika berlama-lama dirumah sehingga menimbulkan rasa ingin keluar rumah. Bagaimana cara untuk mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan mental?.

Gangguan mental yang dialami masyarakat Indonesia sangatlah beragam misalnya menimbulkan depresi dan kecemasan terhadap virus ini. Berdasarkan data Survey Meter menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia di masa pandemi di akhir bulan Mei 2020 terdapat 55% mengalami kecemasan dan 58% mengalami depresi. Masyarakat yang rentan mengalami kecemasan dan depresi adalah perempuan, berusia muda (20-30 tahun) dan masyarakat yang mengalami PHK, menganggur dan work from home (WFH).

Kecemasan dan depresi dapat terjadi akibat keluarga atau teman ada yang terinfeksi virus COVID-19 dan harus isolasi mandiri dirumah maupun di rumah sakit. Dampak tersebut juga dapat terjadi pada masyarakat yang terinfeksi virus corona karena mereka akan dihindari, dikucilkan, dan diabaikan oleh orang lain.

Dari penjelasan sebelumnya, kita mengetahui dampak yang terjadi akibat COVID-19 dan perlunya kerjasama antar masyarakat untuk mengatasi kecemasan dan depresi yang terjadi. Hal yang dapat dilakukan adalah membuat poster yang dapat ditampilkan di social media tentang kesehatan mental dan cara mengatasinya. Kemudian pusat kesehatan bisa lebih memberikan informasi melalui online mengenai kesehatan dan arahan untuk masyarakat untuk mengurangi membaca atau menonton tentang virus COVID-19 yang dapat menimbulkan depresi.

Bagi masyarakat yang telah terinfeksi virus ini tidak boleh dijauhi maupun dikucilkan, tetapi diberi semangat agar tidak menganggu kesehatan mentalnya yang membuat sistem imun semakin menurun. Upaya ini dapat berjalan efektif, untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terinfeksi dan cepat memulihkan sistem imun yang menurun.

Selain yang telah dibahas, saya telah mendapatkan dampak lain selain kecemasan dan depresi yaitu panik dan stress. Panik dan stress dapat juga mempengaruhi imun seseorang karena masyakarat mempunyai pola makan dan tidur yang berubah, kebanyakan ngemil yang tidak sehat, sulit konsentrasi ketika bekerja dari rumah dan pada anak menjadi sulit belajar dengan tenang.

Panik dan stress juga diperlukan kerjasama antar masyakarat agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan seperti membuat jadwal makan, istirahat, kerja, dan bermain dirumah sebaik mungkin, menggunakan waktu untuk bertelfon atau videocall dengan sahabat maupun keluarga, membuat lingkungan kerja dan belajar senyaman mungkin seperti menyalakan music yang enak didengar, dan meluangkan waktu itu bermain dengan keluarga yang ada dirumah.

Dari penjelasan sebelumnya dapat diartikan bahwa kerjasama antar masyarakat dapat menimbulkan solidaritas untuk melawan COVID-19. Solidaritas tidak hanya berkaitan dengan kegiatan massal, akan tetapi kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga satu sama lain.

Saya sebagai mahasiswa, sangatlah berharap masyarakat di Indonesia dapat lebih meningkatkan kerjasama untuk solidaritas masyarakat yang lebih baik. Seperti Indonesia yang terkenal gotong royongnya, oleh karena itu kita harus menunjukkan ke negara lain bahwa Indonesia adalah Negara yang tidak individualisme dan mengutamakan kepentingan bersama.

Bagaimanapun semua yang kita lakuin merupakan salah satu wujud kontribusi untuk melawan virus COVID-19. Apabila masyarakat tidak menaati protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintahan maka virus COVID-19 ini akan menyebar dan akan terus berkembang sehingga satu per satu masyarakat Indonesia dapat gugur.

Penulis: Nanda Fathia Saputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Waspada Sabotase Celah Gencatan Senjata

OPINI – Celah gencatan senjata pada perang antara Amerika Serikat dan Iran…

Kepemimpinan dalam Organisasi Sektor Publik: Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang di Era Modern

Rezi Anggraini STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia Email: ejianggraini03@gmail.com   Kepemimpinan dalam sektor…

Kepemimpinan Sektor Publik di Era Modern: Adaptasi dan Inovasi untuk Pelayanan Optimal

Echa Yunita STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia   Kepemimpinan sektor publik saat ini…

Tantangan dan Strategi Pengelolaan SDM pada Era Digital

Nurul Sultania Mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang Perlahan kita mulai disadarkan dengan masuknya…