BATAM, BATAMHEADLINE.COM – Gangguan listrik massal yang terjadi di Batam pada 12–13 Oktober 2026 memicu rencana aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Kota Batam Menggugat. Mahasiswa berencana mendatangi Kantor PLN Batam pada Senin, 19 Oktober 2026, untuk menuntut penjelasan mengenai gangguan yang disebut berlangsung sekitar 14–15 jam.
Dalam pernyataan tertulisnya, aliansi menyoroti dampak blackout yang dinilai melampaui persoalan terhentinya pasokan listrik. Gangguan tersebut disebut turut menghambat distribusi air bersih akibat pompa air tidak beroperasi, memutus jaringan komunikasi, mengganggu akses internet, serta memengaruhi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.
Bagi mahasiswa, dampak yang dirasakan masyarakat menjadi alasan penting bagi PLN Batam untuk menjelaskan secara terbuka penyebab kejadian tersebut. Mereka meminta perusahaan memaparkan langkah penanganan yang telah dilakukan sekaligus rencana konkret untuk mengurangi risiko terulangnya gangguan serupa.
Direktur Utama PLN Batam menjadi salah satu pihak yang secara khusus disorot dalam rencana aksi. Aliansi meminta pimpinan perusahaan memberikan klarifikasi langsung kepada masyarakat agar persoalan blackout tidak menyisakan pertanyaan mengenai penyebab dan pertanggungjawabannya.
Tuntutan mahasiswa juga mencakup evaluasi terhadap jajaran manajemen PLN Batam oleh kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, mereka meminta kepastian mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak, termasuk bagaimana kompensasi tersebut akan direalisasikan.
Aliansi menyatakan akan melanjutkan gerakan ke aksi jilid II apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti. Aksi lanjutan itu direncanakan melibatkan masyarakat, organisasi kepemudaan, LSM, dan elemen lainnya, dengan tuntutan agar Direktur Utama mengundurkan diri serta jajaran direksi dievaluasi.
Rencana demonstrasi tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan tuntutan transparansi dan peningkatan pelayanan kelistrikan. Sementara itu, penjelasan teknis mengenai penyebab blackout dan keterangan resmi terkait kompensasi masih perlu diperoleh dari PLN Batam.



Comment