TANJUNGPINANG, BATAMHEADLINE.COM – Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat mulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga. Pesan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang digelar Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPD PKS Tanjungpinang, Sabtu (15/8/2026).
Mengusung tema “Merdeka dari Sampah”, kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPD PKS Tanjungpinang itu mengajak warga untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah, mulai dari memilah, mengurangi, hingga memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Ketua DPD PKS Tanjungpinang Raja Dachroni mengatakan momentum kemerdekaan dapat dimaknai lebih luas, salah satunya dengan membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya kita maknai dengan berbagai perayaan, tetapi juga dengan membangun kesadaran untuk terbebas dari persoalan yang ada di sekitar kita, salah satunya sampah. Perubahan itu bisa dimulai dari rumah, dari kebiasaan sederhana memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab,” kata Raja Dachroni.
Menurut Ayah Roni, demikiaan sapaan Raja Dachroni, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak.

“Kalau setiap keluarga mulai peduli terhadap sampah yang dihasilkan sendiri, dampaknya tentu akan sangat besar bagi lingkungan kota. Kita ingin kesadaran itu tumbuh sebagai budaya, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai warga kota.
“Menjaga kebersihan juga bagian dari tanggung jawab kita. Kota yang bersih tidak mungkin terwujud tanpa partisipasi masyarakat,” kata Ayah Roni demikiaan sapaan hangat Ketua DPD PKS Tanjungpinang.
Ketua Bipeka DPD PKS Tanjungpinang sekaligus penanggung jawab Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Marina Lidya, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
“Rumah tangga merupakan salah satu tempat awal munculnya sampah, tetapi sekaligus bisa menjadi tempat pertama penyelesaiannya. Karena itu kami ingin mengajak keluarga mulai mengenali jenis sampah, memilahnya, mengurangi sampah yang tidak perlu, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna,” ujar Marina.
Ia menjelaskan, perubahan kebiasaan dalam mengelola sampah tidak harus dimulai dari langkah besar.
“Kita bisa memulai dari hal sederhana, misalnya memisahkan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta tidak mencampurkan seluruh sampah dalam satu tempat. Kalau dilakukan secara konsisten oleh banyak keluarga, dampaknya akan terasa,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan yang sering dihadapi keluarga dalam mengelola sampah rumah tangga, termasuk bagaimana membangun kebiasaan baru agar sampah tidak langsung berakhir sebagai limbah yang sulit dikelola.
Kegiatan ini disejalankan juga dengan Agenda RESES Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kepulauan Riau Dapil Tanjungpinang, Hj Ismiyati, S.Pd.AUD, M.Pd. Narasumber dalam kegiatan edukasi itu adalah Ibu Supriyati, A.Md Ketua Bidang BOEMKRAF DPD PKS Tanjungpinang.
Marina berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap setelah kegiatan ini peserta tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mulai mempraktikkannya. Minimal tersedia pemisahan sampah di rumah dan anggota keluarga mulai mengetahui mana sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan mana yang harus dibuang,” ujarnya.
Melalui kegiatan bertema “Merdeka dari Sampah” tersebut, RKI DPD PKS Tanjungpinang berharap semakin banyak keluarga yang memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Perubahan kecil dari rumah diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Comment