
Program ini dirancang untuk menyelesaikan masalah kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dengan kebutuhan riil industri manufaktur Batam, khususnya di bidang perancangan, pemahaman material, dan proses fabrikasi. Melalui pendekatan project-based learning, 30 siswa tidak hanya diajarkan teori sifat mekanis material, tetapi juga langsung mempraktikkan desain 3D menggunakan Software SolidWorks serta proses pembubutan dan frais untuk menghasilkan sebuah kunci chuck yang fungsional.

Kolaborasi seperti ini adalah kunci. Industri membutuhkan tenaga terampil yang tidak hanya bisa mengoperasikan mesin, tetapi juga memahami ‘mengapa’ sebuah komponen didesain dan dibuat dengan material tertentu. Program ini adalah investasi kami untuk membangun fondasi SDM lokal yang unggul dan relevan dengan kebutuhan pasar,” papar Meilani Mandhalena Manurung, S.T., M.T., selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. “Sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan perguruan tinggi dalam skema Pentahelix seperti ini sangat kami dukung. Ini memperkaya exposure siswa terhadap lingkungan dan standar industri yang sesungguhnya, sekaligus memperkuat link and match kurikulum kami,” tutur Guru Pendamping perwakilan SMK Kartini Batam.
Komitmen kolaborasi berkelanjutan ditandai dengan rencana pelatihan CNC (Computer Numerical Control) pada tahap berikutnya, memperkuat peran Polibatam sebagai mitra strategis dalam menyiapkan SDM unggul untuk mendukung daya saing industri Batam.


Comment