BATAM, BATAMHEADLINE.COM – Aliansi Mahasiswa Kota Batam menegaskan komitmennya mengawal persoalan pemadaman listrik melalui fungsi kontrol sosial terhadap pelayanan publik. Sikap tersebut disampaikan dalam audiensi bersama PLN Batam, yang mendapat apresiasi mahasiswa karena memberikan ruang dialog untuk membahas dampak blackout dan langkah penanganannya.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai penyebab gangguan, pengawasan operasional, dan kemampuan sistem kelistrikan mencegah dampak pemadaman meluas. Randy Krowin dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika) meminta penjelasan mengenai hubungan gangguan di Gardu Induk Sungai Harapan dengan terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Ia menilai bahwa keterbukaan informasi teknis diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh.
Anry Sihombing turut mendorong evaluasi terhadap sistem pemeliharaan dan pencegahan risiko, termasuk efektivitas sistem proteksi, perlindungan instalasi, serta pemanfaatan teknologi pemantauan. Ia menekankan bahwa keandalan infrastruktur harus didukung prosedur pemeliharaan yang terencana dan respons operasional yang memadai. Sementara itu, Ama Sina dari STIE Bentara Persada mengingatkan pentingnya transparansi hasil investigasi dan kejelasan kompensasi bagi pelanggan sesuai regulasi.
Bagi mahasiswa, audiensi tidak seharusnya berhenti pada penyampaian pertanyaan dan penjelasan awal. Mereka mengharapkan adanya tindak lanjut berupa evaluasi menyeluruh, perbaikan sistem, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Pasalnya, gangguan listrik dapat memengaruhi kegiatan masyarakat, operasional usaha, layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas industri.
Aliansi Mahasiswa Kota Batam berharap PLN Batam menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat akuntabilitas dan kualitas pelayanan. Mereka menyatakan akan terus mendorong penyelesaian persoalan secara objektif dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas, sekaligus memastikan setiap langkah perbaikan memiliki arah dan hasil yang jelas.


Comment