SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Headline
Home List Berita Arahan Wagub Nyanyang, HKTI Bintan Siapkan Hilirisasi Salak Sari Intan

Arahan Wagub Nyanyang, HKTI Bintan Siapkan Hilirisasi Salak Sari Intan

BINTAN – HKTI DPC Kabupaten Bintan mulai mendorong pengembangan Salak Sari Intan melalui hilirisasi terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan arahan Ketua HKTI DPD Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., yang juga menjabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau, untuk memperkuat kemandirian petani dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.

Ketua HKTI DPC Kabupaten Bintan, Billy Yusak Onimbala, menegaskan kesiapan organisasinya mengembangkan Salak Sari Intan dari sektor budidaya hingga pemasaran. Menurutnya, potensi salak lokal perlu didukung dengan sistem usaha yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi petani.

“Hilirisasi adalah jalan kemandirian petani. Salak Sari Intan Bintan harus naik kelas!” menjadi semangat yang diusung HKTI Bintan dalam menjalankan program tersebut.

Pengembangan ini mencakup empat langkah strategis. Pertama, memperluas kebun salak dengan bibit bersertifikat dan penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP). Kedua, menyiapkan Rumah Produksi Bersama HKTI untuk mengolah hasil panen menjadi salak kupas beku dan keripik salak.

Kualitas Udara Memburuk, Bakhtiar Minta Warga Diproteksi

Ketiga, membentuk Koperasi Tani HKTI Bintan Juara sebagai kelembagaan yang dirancang untuk menyerap hasil panen petani atau off-taker. Keempat, memperkuat pemasaran dengan merek “SALAK SARI INTAN BINTAN” untuk menjangkau Tanjungpinang, Batam, serta peluang pasar Singapura dan Malaysia.

Untuk mendukung keberlanjutan program, HKTI Bintan menargetkan sedikitnya 50 petani salak aktif pada 2027. Penambahan petani diharapkan memperkuat pasokan bahan baku dan mendukung pengembangan produk olahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Riang Anggraini, S.STP., M.A.P., menyebut Salak Sari Intan sebagai kebanggaan daerah yang diminati masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pengembangannya memperoleh dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan terutama Pemerintah Kabupaten Bintan.

Riang berharap peningkatan produksi dapat memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Dengan kolaborasi pemerintah, HKTI, petani, dan pelaku usaha, Salak Sari Intan diharapkan berkembang menjadi komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

PKS Tanjungpinang Ingin Latansa Lahirkan Perempuan Pelopor Perubahan Sosial

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
×